MOTIVASI LUAR BIASA DAHSYAT

bertindak

Batman memandang lesu sebuah poster yang tertempel di tembok jalan. Ada tulisan besar “ayo bertindak ” di situ, dengan gambar seorang pria kribo sedang tidur-tiduran di rumput dan memandang ke arah langit, seolah sedang mengkhayal. Tapi ia tidak peduli sama sekali dengan poster tersebut. Bahkan apabila Luna Maya yang menjadi modelnya pun belum tentu ia akan berpaling. Maklum, sejak bisnis solusinya gagal, ia memang lebih sering menyendiri. Seakan meratapi kekalahannya oleh Peter Parker si Spiderman. Bahkan job-job mengalahkan penjahat yang acap diterimanya dari komisaris Gordon pun diabaikan. Ia biarkan Nightwing dan Robin mengurusnya.

 

Dengan langkah gontai, Batman pun melanjutkan perjalannya ke arah pinggir kota. Tak lama, ia sampai di sebuah tanah lapang. Ada sekitar 10 orang anak kecil bermain bola di sana dengan riang. Berlarian ke sana kemari, berteriak kencang-kencang, meloncat-loncat. Sumpek dengan kegaduhan mereka, Batman pun mencabut rambu stop dilarang parkir yang ada di trotoar dan mengusir anak-anak tersebut dengan paksa.

“Hus, hus, sana pergi! Jangan bikin ribut di sini”, teriaknya sambil mengayunkan rambu tanda berhenti tersebut di udara dengan liar.

Teriakan-teriakan gembira kesepuluh anak polos tersebut seketika berubah menjadi teriakan ketakutan. Hanya dalam hitungan sepersekian detik mereka sudah kabur ketakutan sambil menangis meraung-raung.

“Nah, gini kan enak. Tenang. Aku jadi bisa tidur-tiduran di sini. Siapa tau dapet mimpi indah dan pikiran jadi tenang lagi,” ujar Batman pada dirinya sendiri, “sweet dream me“.

Hanya butuh 5 menit saja bagi Batman untuk tertidur pulas. Dan tak  berapa lama kemudian, cita-citanya terkabul. Ia bermimpi. Mimpi indah pula. Dalam mimpi tersebut, ia menjadi seorang juragan HP yang sukses. Punya konter di mana-mana. Dari yang ada di WTC Surabaya hingga di ITC Roxy Mas Jakarta. Salah satu konternya bernama “Dream Start”. Pemasukannya gak tanggung-tanggung… 100 juta setiap hari!

“Aduh!”, mendadak Batman terbangun. Ternyata ia tidur di atas sarang semut merah dan kini ada ratusan semut merah yang sibuk menggigiti tubuhnya. Dari ujung hidung hingga ujung jempol (kalo tidur Batman kebiasaan melepas sepatunya). Untung saja sebagian tubuhnya tertutup baju kebangsaan dan jubah, sehingga hanya beberapa gelintir semut saja yang sukses menzolimi tubuhnya.

Setelah membersihkan tubuhnya dari serbuan semut-semut tersebut, Batman mulai mengingat-ingat kembali mimpinya.

“Gila, mantap banget mimpiku tadi. TOPBGTSKL. Apalagi GPL, gak pake lama. Begitu start bobok, langsung mimpi. Jadi juragan HP, kaya raya, penghasilan 100 juta per hari. Wew!”

Ia pun mencatat ‘pekerjaan’ yang ia lakukan dalam mimpi tersebut, beserta nominal penghasilannya, ke dalam buku catatan yang selalu ia bawa di balik jubahnya.

“Kalau begitu, mulai besok aku harus sering tidur-tiduran di lapangan ini. Biar selalu dapet mimpi indah. Kalau perlu lapangan ini aku beli agar anak-anak tadi gak seenaknya saja bermain di sini”.

Begitulah.

Sejak itu, hampir setiap hari Batman datang dan tidur di lapangan tersebut. Tentu saja dengan terlebih dahulu mengecek apakah tanah yang dijadikan alas tidurnya terdapat sarang semut merah atau tidak. Dan entah kenapa, setiap kali ia tidur di sana ia selalu mendapatkan mimpi-mimpi yang indah. Dari jadi bandar ojek “Ride Action”, bos perusahaan “Don’t Stop”, hingga pemilik maskapal “Start Flying”. Semuanya berpenghasilan ratusan juta hingga milyaran rupiah!


Satu bulan kemudian, saat sedang asik Facebook-an di cafe “Dreaming Dolphin” pakai Blackberry, Superman datang menghampirinya.

“Halo gan, apa kabar?”

“Baik, bro,” jawab Batman sambil mengupdet statusnya di Facebook — “lagi cangkruk di cafe”

Superman mengambil tempat duduk tepat di samping Batman. Ia menyeruput ice coffee latte favoritnya sambil mengatur posisi duduknya agar nyaman.

“Tahu tidak,”, ujar Superman, “denger-denger si laba-laba sekarang bisnis HP loh. Dan gak jauh beda dengan bisnis salonnya, bisnis HPnya pun laris manis tanjung kimpul”.

Mendadak Batman meletakkan Blackberry-nya. Wajahnya gusar menatap Superman. “Si Peter Parker sialan itu maksudmu?”

“Iya lah, masa’ iya dong. Emang siapa lagi superhero di sini yang dijuluki manusia laba-laba alias spiderman?”, jawab Superman santai.

“Huh, kalau cuma bisnis HP sih aku juga bisa,”, ujar Batman ketus.

“Oh ya?”

“Iya,” jawab Batman. Ia mengeluarkan buku catatannya dan menunjukkan pada Superman. “Tuh lihat, gak hanya bisnis HP, bahkan bisnis laundry, bisnis tiket pesawat, bisnis antar jemput anak sekolah, sampai bisnis VCC Paypal. Semuanya sukses. Penghasilan berlimpah. Kalau ditotal, penghasilan sehari aja bisa beli selusin rumah mewah.”

“Wow,” Superman berteriak tertahan. Kagum. Kemarin untuk BELI LAPTOP aja ia harus bersusah payah. Ini si kelelawar, ditinggal fesbukan aja bisnisnya bisa jalan lancar.

“Ngomong-ngomong,” ujar Superman, “emang dimana gerai HPmu? Kebetulan aku mo ganti HP nih. Yang ini batereinya bocor, sering low-bat.”

“Gerai? Gak ada tuh,” jawab Batman pede.

“Loh kok? Lha terus bisnis HPmu gimana kok bisa tanpa gerai? Apa punya online store? Ato buka lapak di kaskus?”

“Gak. Itu kan ada di mimpiku. Kalau mau sukses, aku tinggal mimpi aja. Beres. Gak pake ribet. Gak pake repot.”

Superman bengong mendengar jawaban Batman. Sejenak kemudian ia berkata dengan lirih ke arah sahabatnya, “Bro.. kalau cuman dalam mimpi seperti itu… terus dimana letak kesuksesannya? Itu kan fana, bukan nyata. Apa yang bisa dibanggain dari situ?”

Batman terdiam mendengar perkataan Superman. Ia tercenung. Sejak kalah dari Peter Parker, mentalnya memang langsung down. Ia takut mulai berbisnis lagi. Takut gagal. Motonya sekarang: lebih baik stop bisnis daripada start action tapi gagal. Tapi kata-kata Clark Kent barusan seolah menyadarkannya. Kalau cuman mimpi, apa yang bisa dibanggain? Dimana letak kesuksesannya?

Superman kembali menyeruput kopinya. Ia diam, memberikan waktu pada Batman untuk berpikir.

“Iya ya,” Batman akhirnya buka suara, “ternyata selama beberapa waktu terakhir ini tindakanku salah.”

“Jelas dong,” sahut Superman, “agar bisa bener-bener sukses, kita harus berhenti bermimpi dan start action. Kalau kata si  JOKO SUSILO stop dreaming start action. Gagal, kalah, meleset dari target, itu semua wajar. Yang perlu diingat, apabila kita take action, kita punya kesempatan untuk SUKSES. Tapi apabila kita just dreaming, kita pasti akan GAGAL. Sesimpel itu. Jangan sampai kebalik seperti kamu sekarang, start dreaming stop action…”

Batman mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju. Ia merobek-robek buku catatan mimpinya sebagai tanda bahwa ia agak segera berubah.

“Kalau begitu, aku mau pergi dulu ya”

“Loh kemana?”, tanya Superman heran.

“Mau cari stand kosong di WTC Surabaya, buat buka gerai HP. Kan tadi katanya harus segerabertindak dan bertindak Ya kan?”

“Wah, sip kalo gitu. Semoga sukses ya gan! Don’t stop until you succeeded

Dan Batman pun langsung ngacir memacu kendaraanya. Menuju ke arah Surabaya.

http://dongengmotivasi.com/stop-dreaming-start-action.htm

Search site